Sempurna atau Asal Jadi?

Apakah anda pernah melihat pekerjaan orang lain dan anda berkata kepada diri anda, “Kok bisa sih orang ini bikin kerjaan salah-salah, jorok , nggak enak dilihat”?  Kok bisa kualitas seperti ini muncul dari seseorang?  Tetapi di lain pihak ada saatnya kita yang terburu-buru dan bilang pada diri sendiri, “Yang penting kirim dulu nanti salah tinggal di adjust?  Hal ini muncul dalam keseharian kita di dunia kerja apakah saya akan mengirimkan sesuatu lebih cepat atau lebih sempurna?  Mengirimkan sesuatu yang sempurna bisa membuat deadline terbengkalai mengirimkan terlalu cepat dan datanya salah bisa membuat waktu habis lebih banyak di kemudian hari.  Ini mengingatkan kata-kata ibu saya waktu saya kecil kalau mau cuci piring cucilah yang bersih jika setengah hati mending jangan cuci karena orang lain harus menghabiskan waktu lagi mencuci ulang, menghabiskan air dan sabun lagi.  Tetapi apakah ini berarti segala sesuatunya menuntut kesempurnaan bagaimana kalau saya seseorang yang tidak cukup detail?

Mungkin tips ini bisa membantu

  1. Percaya jika hasil yang mendekati sempurna lebih baik dari kerja asal-asalan ini membantu kita untuk bisa lebih berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu dan percaya waktu yang dihabiskan lebih banyak untuk menyelesaikan sesuatu yang awalnya sudah salah.
  2. Imajinasikan hasil akhir yang diinginkan lihat apakah waktu yang dimiliki cukup untuk melakukan beberapa versi perubahan
  3. Bayangkan pentingnya laporan tersebut dan dampak kepada perusahaan
  4. Percaya kalau kita bisa improve cara pembuatan laporan kita
  5. Lakukan pekerjaan dengan menyimpan file name berikut nomor versi dengan demikian anda bisa tetap menyempurnakan dalam setiap versinya dan tetap bisa berkreasi dan mencoba berbagai pendekatan tanpa takut kehilangan tujuan awal dari pembuatan file tersebut. Contoh:  Laporan XXX v1, Laporan XXX v2 dstnya.
  6. Beri waktu 20-30 menit, berikan diri ketenangan dan fokus, baca kembali pekerjaan anda koreksi bagian-bagian yang sifatnya fundamental dan masih kurang pas kemudian update file name version kedua. Tidak ada hasil yang baik dari pekerjaan yang terburu-buru (Haste makes waste)
  7. Beri waktu lagi update file name version ketiga dstnya
  8. Rapihkan bagian yang kurang nyaman dilihat seperti font yang terlalu kecil atau terlalu besar, paragraph yang tidak lurus dstnya
  9. Kerjakan sampe pada waktu saatnya dikumpulkan atau mendekati deadline

Tentunya mengerjakan ini harus dilihat dari segi pentingnya laporan tersebut jika tidak terlalu penting tentunya  tidak perlu anda menghabiskan waktu terlalu banyak kita tentunya harus belajar prioritas. Untuk itu tanyakan pada diri anda Apa yang paling penting?

Semakin sering kita melakukan ini dengan sendirinya pengiriman laporan pun akan semakin cepat dan pada akhirnya teman sejawat akan bertanya “Kok bisa ya kerjanya bagus waktunya cepat pula”.

Pada akhirnya anda punya waktu untuk mengerjakan hal-hal yang lain dan membuat anda semakin produktif.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *