Nanti Gimana?/Gimana Nanti

Pernahkah anda mendapatkan diri tidak bergerak atau kata kerennya “analysis paralysis”. Terlumpuhkan oleh Analisa sendiri.

Pernyataan sering muncul adalah “Nanti gimana?” “Kalau sudah begini, nanti begitu” begitu banyak resiko yang muncul di kepala kita.  Seperti menghadapi sebuah masalah 1001 kemungkinan dipikirkan bagaimana kalau nanti dia begini, nanti dia bilang begitu?  Saya tentunya tidak mengatakan apa kita tidak perlu mengantisipasi? Betul saya setuju antisipasi diperlukan. Tetapi berapa kali dalam hidup ketika kita katakan berani dan maju menghadapi masalah kita ternyata dari 1001 yang kita pikirkan hanya 1 kemungkinan yang terjadi dan ketika dijalani ternyata nggak seberat yang dipikirkan?  Oh ternyata pikiran bisa lebih jahat dari kenyataan ya hehehe…

Saya yakin banyak kunci untuk menjadi sukses untuk setiap orang.  Hari ini saya hanya membahas satu yang saya sering lihat mereka bukan yang lebih pintar, lebih kaya atau lebih kuat.  Tetapi mereka yang lebih berani mencoba dan lebih berani untuk merasakan nikmatnya belajar lagi (baca: gagal).

Di lingkungan saya berada tidaklah umum bertemu dengan pekerja rata-rata mereka adalah pengusaha dan mereka punya satu hal yang sama yaitu memiliki kebiasaan untuk maju dulu dan berkata Gimana Nanti dan bukan Nanti Gimana?

Dengan berpikir gimana nanti mereka mampu maju setahap demi setahap, dengan menjadi lebih bijaksana mereka mampu untuk menghadapi masalah yang lebih besar lagi.  Menghadapi masalah besar seperti layaknya menghadapi seekor Naga, begitu banyak pertanyaan nanti gimana kalau Naga menyemburkan api, kalau dia mengepak sayapnya dengan kuat, kalau saya diinjek… dan sebagainya.  Tetapi seorang yang berpikir dengan mindset gimana nanti dia akan jalan dulu untuk mencari Naga tersebut dalam perjalanan dia akan bertemu dengan cicak , kemudian kadal, kemudian biawak , sampai buaya pada saat itu dia sudah memiliki cukup banyak pengalaman mengenai reptil.  Jika hanya berpikir nanti gimana cicak dalam hidup pun tidak akan pernah dihadapi.

Apakah saya siap menghadapi cicak-cicak dalam hidupku sebelum saya bertemu dengan Naga.

Daripada pikir cicak-cicak ayo kita melangkah satu tahap hari ini 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *