Keep Learning

Seperti hari-hari biasa saya naik taksi onlen di pagi hari menuju ke client saya.  Tetapi hari ini cukup menarik karena saya bertemu dengan seorang bapak-bapak mungkin sekitar 50-an.  Dengan kekepoan yang saya miliki bertanyalah saya “Koh jadi supir onlen selingan atau full time?”Dia tersenyum dan bilang cuman pagi sama siang ajah.  “Oh gitu kalau di antaranya ngapain Koh?” Saya semakin kepoh nanyanya.  Dia bilang dia punya toko handphone dan bukanya siang sampe sore saja jadi ini buat tambahan.  Dalam hati saya hebat udah umur 50-an masih ngejar duit tambahan tapi yang lebih menarik lagi adalah cerita selanjutnya.

Ternyata dia sudah bermain handphone dari tahun 96 waktu jaman Motorolla GSM inget handphone jaman dulu yang segede batu bata lebih kecil sedikit nah dia jualan itu, berjualan dari distributor ke pengecer sangatlah menguntungkan karena tidak banyak yang punya kenalan maupun saingan. Saya juga cerita kalau teman saya ada yang jualan handphone sekarang diversifikasi jualan jus buah botolan karena jualan handphone sudah tidak seperti dulu lagi dimana saingan jualan aksesoris banyak , jualan handphone merk-merk terkenal sudah pada jualan langsung ke customer tidak lewat pedagang lagi. Si Engkoh mengiyakan (demi merahasikan identitas sang supir saya panggil Engkoh ajah…).

Engkoh juga cerita kalau dia sudah melihat trend itu semenjak tahun 2001-2002 dimana margin jualan handphone sudah mulai menipis, saingan terlalu banyak bahkan dia pindah dari ITC roxy mas pindah ke cempaka mas dan pindah lagi ke daerah Bekasi untuk menghindari persaingan sengit di kota Jakarta.

Tetapi ada sesuatu yang menarik dari Engkoh yang ramah, murah senyum banyak cerita dan menyegarkan pagi hari saya.  Dia cerita ketika melihat ancaman ini dia buru-buru belajar reparasi dia belajar dari insinyur elektronik belajar kutak-kutik selama hampir setahun dan masih menjaga hubungan kadang dia akan bawa handphone rusak terbaru untuk mengutak-utik bersama, mencari komunitas pemain handphone juga, nonton youtube bagaimana membuka handphone tipe-tipe tertentu.  Salah satu keuntungan tinggal di luar Jakarta menurut Engkoh masih ada handphone2 tipe lama yang berkeliaran disana seperti Iphone4 dan 5 jadi dia masih sempat ngejar ilmu di kota Jakarta belajar bagaimana mereparasinya.

Life is learning untuk Engkoh satu ini.  Dia semangat untuk terus belajar mengenai handphone tipe baru dan dia juga bercerita bagaimana teman-temannya menolak untuk belajar reparasi atau belajar hal baru lainnya dan kekeuh tetap jualan handphone saja yang pada akhirnya untung jualan tidak bisa menutupi bayar sewa toko.

Cerita ini mengingatkan saya untuk terus belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *