Bagaimana menghentikan pembicaraan yang berulang-ulang

Pernahkah anda merasa anda membuang waktu lebih dari yang anda inginkan ketika berbicara dengan seseorang?

Contoh yang paling mudah adalah waktu yang terbuang ketika mitra bicara kita mulai berbicara mengenai hal yang sama berulang-ulang bahkan tidak hanya pada kesempatan yang berbeda tetapi dalam rentang waktu pembicaraan mitra bicara kita ngomong hal yang sama lagi kalau bahasa trendnya “Nih orang ngomongnya itu-itu lagi…”

Adakah cara untuk menghentikan hal ini tetapi tidak membuat yang berbicara merasa kurang penting atau lebih parah lagi merasa dicuekin karena ketika dia udah mulai cerita hal yang sama kita udah “check out” (Check-out scientific terminology untuk badan disini roh udah caur).

Prinsip paling dasar dari komunikasi adalah mengerti dahulu mengapa orang tersebut menceritakan hal tersebut berulang-ulang.  Satu hal yang kalau saya bisa menerka kemungkinan besar adalah karena hal tersebut penting untuk dirinya. Saya garis bawahi lagi penting untuk dirinya (saya mulai berulang-ulang kan ngomongnya).  Jadi ada penekanan mengenai peristiwa tersebut.  Hal tersebut mungkin tidak penting untuk kita tetapi sangat penting untuk pembicara (saya ulangin 3X biar afdol).

Kebayang dong kalau hal penting kita potong dengan “Bro, loe ngomong itu2 lagi”, bete nggak yang bicara sama kita?

Bagaimana kalau kita melihatnya dari sudut pandang orang yang berusaha mengerti lebih lanjut seperti dengan kata-kata “Bro loe sadar nggak dalam pembicaraan ini loe udah ngomong mengenai XXX (disebut topiknya) sebanyak 5X, ini topik pasti penting banget buat diri loe ya?”  Uuuuugh mantap sudah kita memberitahukan kalau penekanan dia udah kelewat banyak kita juga menyisipkan kalau ini penting buat dia dan kita akhiri dengan nada bertanya yang berarti kita tertarik untuk tahu apa sih penyebab pengulangan tersebut.  Bukan saja kita menghentikan pembicaraan yang berulang-ulang karena cuman di kulitnya saja kita bisa lebih dalam mengetahui topik yang dibicarakan itu.  Kita tidak hanya membuat yang berbicara dengan kita semakin semangat berbicara lebih dalam kita juga menjadi lebih mengerti mitra bicara kita.  Dan saya jamin ketika anda bertanya itu, tampang anda jadi lebih menarik di depan yang berbicara – mungkin ada moment dia berkaca-kaca matanya ketika mendengar kalimat tadi (okay ini agak lebai but you know what I mean).

Silakan dicoba ya!  Let me know if it works. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *